Rabu, 22 Desember 2010

Exis dimasa Krisis ,tetap bertahan diterjang badai

oleh Handok Pranoto pada 23 Desember 2010 jam 8:18

Kahidupan yang kita jalani tidak selamanya hal-hal yang baik yang kita temui, Tuhan juga tidak berjanji bahwa langit akan selalu terang, hidup tanpa persoalan dan tantangan. Tetapi Ia berjanji akan selalu menyertai orang percaya, bahkan sekalipun terjatuh tidak sampai tergeletak.

Selama hayat dikandung badan ,yang namanya persoalan, kesulitan , sakit penyakit ,pergumulan ekonomi keuangan dll. selalu mewarnai kehidupan kita. itulah krisis dalam hidup yang kita hadapi dan badai yang harus kita lewati.

Banyak orang Kristen tidak memahami hal--hal tersebut , mereka menganggap bahwa ketika mereka harus menghadapi segala macam kesukaran ,Tuhan sedang menghukum mereka. Betapa dangkalnya pemahaman seperti itu. Itu sebabnya banyak orang Kristen yang tidak bisa bertahan dimasa krisis dan tumbang diterjang badai.

Kalau begitu ,Apa yang harus diperbuat oleh setiap orang percaya agar dapat exis di masa krisis dan bertahan didalam badai ?

Langkah yang harus kita lakukan adalah
- Memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan
Kol 2:6-7 " Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di
dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh
dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kehidupan orang Kristen tidak bisa dilepaskan dari Sang pemilik hidup itu sendiri...ketika kita lepas..
kita akan mati [lihat perumpamaan pokok anggur yang benar] ....

Ayat diatas juga menekankan tentang artinya persekutuan dalam Tuhan dengan berakar didalam Dia.
Kata "berakar" mempunyai hubungan yang erat dengan kata"dibangun " Hal ini dapat dijelaskan sbb:
Bagi sebatang pohon, akar adalah suatu bagian yang vital dari pohon itu sendiri . Selain sebagai sarana
bagi pohon untuk mendapatkan bahan makanan dari dalam tanah akar juga adalah kekuatan dari pohon
itu sendiri; artinya sejauh mana pohon itu akan kuat tegak berdiri ketika tertiup angin dan hempasan ba
dai akarlah yang menentukan. Pohon akan kuat berdiri karena ada akar yang kuat menancap kedalam ta
nah. Kata "dibangun" menunjukkan suatu proses pertumbuhan. Pohon akan mengalami pertumbuhan
yang maksimal pada seluruh bagian-bagiannya bahkan kelak diharapkan pohon itu akan berbuah ,
karena ada akar yang menopang dan mensuplai seluruh kebutuhan pohon tersebut dari dalam tanah.

Demikian juga dengan kehidupan Kekristenan , setiap orang percaya harus tertanam dan berakar
didalam Yesus Kristus sebagai sumber kehidupan sejati [Akulah Roti hidup, Akulah Air hidup]. Kehidupan
yang tidak berakar akan mengalami "kekurangan gizi rohani" sehingga tidak akan mengalami pertumbu-
han yang normal dan maksimal . Pertumbuhannya akan terhambat. Kehidupan yang tidak berakar adalah
sesuatu yang membahayakan. ketika ada tiupan angin kencang dan hempasan badai kehidupan [persoa
alan, pergumulan hidup , tekanan dalam pelayanan dll] akan mengalami kejatuhan. Kehidupan yang ber-
akan mengalami pertubuhan yang sehat dan pada waktunya, akan menghasilkan buah yang diinginkan.
Kehidupan yang berakar juga akan membuat orang percaya tetap exis dimasa krisis, apapun krisis yang
kita hadapi orang yang berakar dalam kebenaran akan tetap bertahan [baca Maz 1:1-3 ; Yer 17:7-8].

Orang percaya yang berakar akan tetap berdiri teguh, tidak akan goyah dengan rupa2 pengajaran,
rayuan2 yang menyesatkan . Imannya menjadi iman yang hidup , sehingga fokus hidupnya hanya kepada
Yesus Kristus dan apapun yang dialami [suka dan duka] akan terus bersyukur bahkan melimpah dengan
ucapan syukur .


Dengan mengucap syukur artinya kita mengijikan Allah bekerja dalam kita.....mengucap syukur artinya juga kita mengimani atu iman kita menadi aktif....konsentrasi kita bukan lagi kepada peersoalan yg terjadi tetapi fokus kita kepada Tuhan. Orang yg mengandalkan Tuhan akan memperbaharui kekuatannya,orang yang beriman /percaya kepada Tuhan akan mengalami pertolongan Tuhan.Petolongan Tuhan tidak berarti kita terhindar dari maslah...tetapi pertolongan Tuhan akan nyata dalam bntuk kekuatan untuk menanggung kekuata ketika ada masalah.../persoalan. Amin

MANA YANG LEBIH PENTING ,BESAR ATAU BERKENAN

oleh Handok Pranoto pada 15 Oktober 2009 jam 17:15
Kecil bukan berarti tidak penting , demikian juga sesuatu yg besar tidak berarti menjdi segala-galanya. Lalu bagai mana memahami pengertian lawan kata tersebut ?..tergantung dari mana konteks itu dibicarakan. misalnya kalau berbicara mengenai kronologi/urutan angka ,tentu saja dimulai dari yang kecil dan terus beranjak ke tingkatan yang lebih besar. Perubahan bentuk dari biji menjdi tunas dan tunas menjadi tumbuhan...tentunya dimulai dari yang kecil dan beranjak menjadi besar. Tetapi...pada kesempatan lain ketika berbicara bentuk buah-buahan....umumnya seseorang akan memilih bentuk yang lebih besar,mengapa ? Buah yg lebih besar dianggap matang, puas untuk dinikmati, dll.....jadi sebetulnya kita tidak perlu lama-lama mempersoalkan mana yang lebih penting....besar atau kecil bukan ?....

Tetapi kata "besar " akan kembali diminati dan diupayakan ketika kata besar tersebut dikaitkan dengan kata nama ...menjadi" nama besar "(termasyur' dikenal banyak orang, berprestasi dll].
Banyak orang berusaha dengan segala dan upaya agar bisa memiliki nama besar, terkenal dan disanjung serta dipuja oleh banyak orang . bakat dan talenta diasah ,prestasi dan kecakapan di tonjolkan agar semua orang memberi penghargaan dll. Jujur saja, semua yang dilakukan tidaklah salah atau keliru. Menjadi orang besar dan terkenal tidak salah,karena manusia memiliki hak asasi. Setiap orang bebas berkreasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki . Bahkan juga tidak sedikit uang/biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan ini dan pelatihan itu ,semuanya sah-sah saja.
Yang membuat semuanya tidak berkenan adalah kalau motivasi yang mendasari untuk menjadi besar adalah untuk kesombongan pribadi, untuk menunjukkan bahwa dia mampu segala-galanya. Kita juga perlu berhati-hati dalam pelayanan , apa motivasi pelayanan kita kepada Tuhan.... fondasi apa yg diatasnya kita membangun pelayanan kita ? ....hati2 ! banyak pelayanan yang dibangun diatas ambisius yang bertopengkan kerendahan hati ....... hal ini sangat menjijikan bukan saja dihadapan manusia ,tetapi dihadapan Tuhan.......bersambung ya .... 

Kamis, 09 Desember 2010

Menangkan satu jiwa lagi bagi Yesus Kristus

Jangan merasa nyaman dengan hidup Kekritenan kita sebelum kita melangkah ....menjadi saksi NYA ... dan menangkan satu JIWA lagi, bagi Tuhan.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:19-20)   Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (KPR 1:8).
Mari kita menjadi orang yang peduli pada sesama.Amin , Tuhan Yesus Kritus memberkati.