Jumat, 22 Juli 2011

JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK

JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK


Galatia 6:9 Sebab itu, janganlah kita menjadi bosan melakukan hal-hal yang baik; sebab kalau kita tidak berhenti melakukan hal-hal itu sekali kelak kita akan menuai hasilnya. 

Seorang anak kecil tiba-tiba terperosok ke dalam lumpur. Ia berteriak-teriak ketakutan dan meminta bantuan namun tak seorang pun ia temukan di sekitarnya.

Seorang petani asal Scottland mendengar suara teriakan anak kecil itu dari kejauhan. Ia segera meninggalkan pekerjaannya dan membantu anak itu keluar dari lumpur. Anak itu berterimakasih kepada petani tersebut kemudian ia pulang.

Keesokan harinya, ayah dari anak kecil ini mendatangi si petani untuk mengucapkan terimakasih. Bapak itu adalah orang kaya dan ia menawarkan balas jasa kepada si petani. Petani baik hati ini menolak penawaran tersebut dan tidak menuntut balas jasa apapun. Ketika mereka berbicara, bapak yang kaya itu melihat anak si petani keluar dari rumah yang sangat sederhana itu.

Kemudian bapak yang kaya ini menemukan ide untuk membalas jasa si petani. Ia menawarkan bantuan berupa fasilitas pendidikan bagi anak si petani. Ia berjanji akan memberikan fasilitas yang terbaik dan menanggung semua biaya pendidikan.

Singkat cerita, anak petani sederhana itu pun masuk ke St. Mary’s Hospital School di London yang merupakan universitas terbaik. Anak petani ini mempergunakan kesempatan dan berkat yang ia terima ini dengan baik. Ia belajar sungguh-sungguh supaya ia tidak mengecewakan orang yang telah menolongnya.

Anak petani ini bernama Alexander Fleming. Karena ia anak yang cukup cerdas, ia menjadi terkenal karena penemuan spektakulernya, Penicillin.

Bertahun-tahun kemudian, anak seorang kaya yang pernah membantu Fleming mengalami pneumonia dan hanya satu obat yang bisa menyembuhkannya. Obat itu tak lain adalah obat yang ditemukan oleh Fleming, Penicillin. Anak bapak kaya yang telah diselamatkan itu adalah Winston Churchill.



JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK

Setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain pasti akan kembali kepada setiap kita. Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai. Jika kita menabur kebaikan, kita akan menuai kebaikan. Jika kita menabur kejahatan, kita akan menuai kejahatan. Sebab itu, janganlah kita menjadi bosan melakukan hal-hal yang baik; sebab kalau kita tidak berhenti melakukan hal-hal itu sekali kelak kita akan menuai hasilnya. 


Tuhan Yesus Kristus memberkati.
disadur dr GSJA Kemuliaan

Kisah Dibalik Valentine’s Day

Kisah Dibalik Valentine’s Day

Written By ADMIN on Minggu, 13 Februari 2011 | 10:00


Valenine's Day dilatarbelakangi oleh kisah seorang pastor bernama Valentine yang tinggal dekat Roma. Saat itu banyak orang Kristen di Roma yang dijebloskan ke dalam penjara oleh Kaisar Roma karena menolak menyembah dewa-dewa Roma. Valentine akhirnya ditangkap karena dia sering menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara.

Saat Valentine dihadapkan pada sidang pengadilan dia justru memanfaatkan waktu itu untuk bersaksi bahwa dewa-dewa yang disembah oleh orang-orang Roma bukanlah Tuhan yang benar. Tuhan yang benar adalah Dia yang dipanggil Bapa oleh Yesus Kristus. Dan akibatnya, Valentine harus membayar mahal kesaksian itu, yaitu dijebloskan ke dalam penjara. Sekalipun dalam penjara, Valentine tetap melanjutkan pelayanannya. Dia terus bersaksi tentang Tuhan bahkan kepada para penjaga penjara.

Diceritakan bahwa salah satu penjaga penjara telah mengadopsi seorang anak perempuan yang buta. Dibawanya anak perempuan yang buta itu kepada Valentine untuk membuktikan apakah Tuhan yang disembah Valentine benar-benar Tuhan yang berkuasa. Tuhan menjawab doa Valentine dengan menyembuhkan penglihatan anak perempuan tsb., dan karena peristiwa itu, penjaga penjara dan seluruh keluarganya (46 orang) menjadi percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptiskan.

Selanjutnya, Valentine terus melayani Tuhan dan bersaksi tentang Kristus sekalipun dia dipenjara. Valentine tahu benar akibat dan resiko yang harus ditanggung jika dia terus bersaksi tentang Kristus. Tetapi dia terus melakukannya, karena kasihnya pada Tuhan dan belas kasihnya pada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Dia terus menyebarkan kabar baik pada orang-orang disekelilingnya dan terus membantu orang-orang Kristen melepaskan diri dari penjara sekalipun "hukuman mati" menantinya.

Firman Tuhan berkata: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Allah menunjukkan kasih karuniaNnya yang terbesar dengan kematian Kristus untuk menebus dosa manusia.

Valentine dicatat sebagai tokoh yang telah menyatakan kasihNya pada Allah dan orang-orang Kristen yang ada di penjara Roma yang masih terhilang dan untuk itu ia rela menanggung penderitaan yang besar.

Sejarah hidup Valentine ini akhirnya dikenang dan dirayakan sebagai hari Valentine untuk mengingat bahwa kita harus tetap setia dan mengasihi Allah walau banyak penghalang yang bisa mengancam kita misalnya: pekerjaan, harta, jabatan, status sosial, pacar, penderitaan dan masih banyak lagi. Sekalipun harga yang harus dibayar karena mengasihi Allah itu sangat mahal, namun ingat, Kristus telah membayar hidup kita dengan darahNya yang jauh lebih mahal.

Kisah dibalik Valentine’s Day: kasihilah Tuhan dengan segenap jiwa ragamu dan selamatkan jiwa yang terhilang.

Disadur dari: http://www.sabda.org/publikasi/icw/096/