Hidup Sesuai dengan Status
- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -
Bacaan Alkitab hari ini: 2 Raja-raja 9
Pemimpin umat Allah seharusnya bertanggung jawab untuk membawa umat Allah untuk bersekutu dengan Allah. Karena tidak bisa menahan pengaruh istrinya (Izebel), Raja Ahab membuat bangsa Israel masuk ke dalam penyembahan berhala.
Ahab adalah raja yang jahat. Dia dipengaruhi oleh Izebel, istrinya, untuk mengizinkan bangsa Israel beribadat kepada dewa Baal dan dewi Asyera. Dia juga mencoba melenyapkan nabi-nabi Allah. Selain itu ia pun dengan cara yang kejam merampas kebun anggur milik Nabot. Oleh karena itu, Elia menubuatkan bahwa Ahab dan keturunannya akan dimusnahkan karena dosa-dosa yang mereka lakukan (1 Raja-raja 16:31-33; 18:3-4; 21:1-24). Nubuat itu akhirnya digenapi saat Yoram, raja Israel keturunan Ahab yang terakhir, mati terkena panah Yehu (panglima militer yang menjadi raja Israel) dan mayatnya dibuang ke kebun anggur Nabot. Izebel sendiri mati karena dijatuhkan dari jendela istana, mayatnya terinjak-injak oleh kuda dan kemudian dimakan oleh anjing di kebun di luar Yisreel (2 Raja-raja 9:16-37; bandingkan dengan 1 Raja-raja 19:16-17). Tidak ada satu orang pun keturunan Raja Ahab yang melanjutkan takhta kerajaannya. Sungguh sangat tragis kehidupan pemimpin yang bertindak sewenang-wenang dan tidak mengarahkan rakyatnya kepada kebenaran Allah.
Bacaan hari ini mengingatkan agar Anda hidup benar sesuai dengan status yang Anda sandang. Orang-orang percaya adalah penyandang status “anak-anak Allah”. Bila hidup Anda tidak beres, Anda akan menjadi batu sandungan yang menyebabkan orang lain terjatuh sehingga nama Tuhan tidak dipermuliakan. Dijauhkanlah kiranya hal seperti itu. Sebaliknya, hiduplah sesuai dengan status yang Anda sandang. [Souw]
1 Yohanes 3:10“Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar