Jumat, 12 Desember 2014

MANAGEMENT AND GROUNDED THEORY

MANAGEMENT & GROUNDED THEORYFree Thoughts, Knowledge, Ideas.

MENU

Search for:

RENUNGAN IBADAH PEMUDARENUNGAN: 1 TIMOTIUS 4:1-16

Nats: I Timotius 4: 12

“Janganlah seseorang menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Sumber: http://www.raisinggodlychildren.org/2012/02/prayer-we-parents-rarely-pray.html

Saudara-saudari sekalian yang dikasihi Tuhan,

Pembacaan alkitab kita pada kesempatan hari ini adalah berupa sebuah nasehat yang diberikan oleh rasul Paulus kepada seorang rekan pelayanannya yang masih muda, bernama Timotius. Siapakah Timotius itu? Timotius adalah anak yang lahir dari perkawinan campuran (blasteran), ibunya seorang wanita Yahudi dan ayahnya adalah seorang Yunani. Ia menjadi Kristen ketika Paulus melayani di Listra, dan kemudian ia menjadi murid Paulus.

Berdasarkan arti namanya, Timotius artinya orang yang saleh, orang yang menghormati Tuhan. Sejak kecil Timotius sudah mengenal ajaran-ajaran firman Tuhan. Ibunya Eunike yang adalah seorang Yahudi asli, sangat berperan dalam membentuk karakter pribadi Timotius sehingga menjadi orang yang memahami kitab suci dan hidup dalam ketaatan kepada hukum-hukum Tuhan.

Bacaan kita mengenai nasihat Paulus kepada Timotius ini dapat dibagi menjadi dua bagian penting. Bagian yang pertama terdiri dari ayat 1-3, yang merangkum gambaran tentang konteks pergumulan yang akan dihadapi orang percaya, khususnya bagi jemaat di mana Timotius tinggal. Bagian yang kedua terdiri dari ayat 4-16 yang memuat sejumlah nasihat yang Paulus berikan kepada Timotius, tentang bagaimana selayaknya seorang muda yang percaya kepada Kristus harus bertindak menghadapi pergumulan tersebut.

Konteks pergumulan yang Paulus gambarkan (Ay. 1-3) adalah bahwa akan ada pengajar-pengajar sesat, ajaran-ajaran setan, dan tipu daya pendusta-pendusta yang dapat mengacaukan kehidupan beriman orang percaya. Berkaitan dengan pergumulan ini, Paulus mengingatkan beberapa hal penting kepada Timotius sebagai pedoman untuk bersikap, sebagai berikut:

Saling mengingatkan dan melatih diri untuk tekun beribadah (4-7).Memberitakan dan mengajarkan firman kebenaran Tuhan (11).Mengupayakan diri menjadi teladan melalui perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian (12).Bertekun dalam membaca kitab-kita suci (13).

Saudara-saudari sekalian yang dikasihi Tuhan,

Bercermin dari bacaan tersebut, apa yang dapat kita ambil sebagai bahan refleksi kita dalam kehidupan kita sehari-hari? Melihat konteks pergumulan yang Paulus utarakan dan juga nasihat yang ia berikan kepada Timotius, apa yang bisa kita ambil dan pakai sebagai pedoman dalam hidup kita?

Pertama, marilah kita bersama-sama melihat konteks pergumulan yang dimaksudkan Paulus di atas. Apa yang dapat kita maknai dari roh-roh penyesat, ajaran-ajaran setan, dan pendusta-pendusta? Secara harafiah mungkin kita akan berpikir mengenai berbagai ajaran-ajaran di luar sana, yang secara dogmatis berbeda dengan yang kita yakini. Namun sesungguhnya tidak sesempit itu.

Yang dapat diartikan dari roh-roh penyesat, ajaran setan, dan pendusta-pendusta adalah segala sesuatu di luar sana yang dapat mengaburkan kehidupan beriman kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Segala sesuatu yang terlihat baik, namun sekaligus dapat menurunkan kualitas hidup beriman kita kepada Tuhan. Segala sesuatu itu hanya menawarkan kenikmatan yang semu, tidak mencerminkan kehidupan yang diinginkan Tuhan, dan juga menipu kita dengan berbagai tawaran yang menggiurkan.

Ambillah contoh, pandangan bahwa kita akan semakin bahagia bila kita berlimpah harta, atau pandangan bahwa uang adalah segalanya. Pandangan ini benar-benar merasuki kehidupan kita di zaman sekarang ini. Harta, kekayaan, dan uang merupakan primadona kehidupan yang dikejar manusia. Pandangan inilah yang mendasari berbagai tindakan korupsi yang begitu marak di negeri ini. Orang-orang yang menduduki posisi dan jabatan-jabatan penting di negeri ini banyak yang jatuh karena memperhamba diri pada uang. Membiarkan diri dikontrol oleh keinginan akan uang. Pandangan ini merupakan pandangan yang sesat dan menipu. Kebahagiaan tidaklah ditentukan oleh harta, namun hanya oleh rasa bersyukur kepada Tuhan.

Ada banyak contoh tentang kehidupan dunia sekarang yang begitu banyak menawarkan kemudahan. Kemajuan teknologi begitu pesat, dengan penemuan-penemuan baru yang mencengangkan. Di satu sisi, perkembangan ini membawa dampak yang positif. Namun di sisi lain, dengan kemajuan sains ini pun manusia mulai meragukan akan keberadaan Tuhan dan kemahakuasaannya atas kehidupan manusia. Pemikiran dan pandangan seperti inilah yang disebut sebagai sesat. Sebagai orang percaya kita tentu banyak menyaksikan mujizat dan perkara-perkara hebat yang sudah Tuhan lakukan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh tersesat dan dibuai oleh uang atau pun berbagai kedashyatan pengetahuan yang dapat mereduksi iman kita kepada Allah.

Saudara-saudari sekalian yang dikasihi Tuhan,

Bagaimana seharusnya pemuda dan pemudi Kristen menyikapi pergumulan ini? Nasihat yang Paulus berikan kepada Timotius juga berlaku untuk kita semua. Dari nasihat-nasihat tersebut, dapat ditarik tiga hal esensial yang perlu kita aplikasikan terus dalam hidup beriman kita,

Pendalaman dan pengamalan akan firman Tuhan.

Nasihat Paulus agar Timotius bertekun dalam ibadah, menjaga tingkah laku dan kesetiaan merupakan suatu cara dan sikap yang dapat menolong kita untuk tetap berada pada jalur yang dikehendaki Tuhan, tidak berbelok mengikuti pandangan-pandangan masa kini yang menyesatkan iman kita. Hanya dengan cara mengakrabkan diri dengan firman Tuhan sajalah, kita bisa memiliki pedoman yang kuat untuk menghadapi dunia, dan dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menjadi teladan bagi orang lain, meskipun kita masih muda dan belum banyak berpengalaman.

Menjaga hidup persekutuan

Paulus juga menghendaki Timotius untuk hidup saling mengingatkan dengan jemaat. Hidup persekutuan merupakan suatu aspek penting yang penting bagi pertumbuhan iman kita. Dengan saling mengingatkan antara kita dan saudara-saudara sepersekutuan kita, kita dapat mencegah diri kita sendiri dan saudara-saudara kita terjerumus ke dalam pelbagai cobaan dan tindakan-tindakan yang sesat. Kita ada di dunia ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi ada pula sesama dan saudara yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan kita, agar kita dapat saling membina dan membangun iman kepadaNya. Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita agar menjaga persekutuan kita, agar tetap berada dan berjalan pada jalur yang dikehendaki Allah, seturut dengan firmanNya.

Bersaksi

Setiap kita telah dianugerahkan berbagai talenta dan karunia. Semua keahlian dan kapasitas kita, merupakan titipan dari Tuhan yang harus kita gunakan demi kemuliaan namaNya. Mungkin banyak di antara kita yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa, namun bila kita telusuri lebih jauh dalam diri kita, pasti ada sesuatu dalam diri kita yang bisa kita gunakan untuk kemuliaan nama Allah. Bahkan, dengan menjaga tingkah laku kita sehari-hari saja pun kita bisa bersaksi bahwa kita adalah milik kepunyaan Allah. Oleh karena itu kita tidak boleh membuang waktu kita, terbawa oleh berbagai kenikmatan yang dunia tawarkan, melainkan mulailah berkarya sebagai seorang saksi akan kebesaran Allah.

Posted in Renungan Kristiani, Aside format and tagged Khotbah pemuda, paulus, renungan ibadah pemuda, timotius on December 1, 2013. 1 Comment

CATEGORIESCatatan LepasManajemenPenelitian Grounded TheoryRenungan KristianiUncategorizedARCHIVESNovember 2014October 2014September 2014August 2014July 2014June 2014May 2014April 2014March 2014February 2014January 2014December 2013November 2013October 2013September 2013August 2013RECENT POSTSTop PhD Programs in Strategic Management – Around the WorldSekelumit Pikiran tentang Hedgehog ConceptSuatu Tinjauan Singkat tentang Straussian Grounded TheoryPerbudakan Modern sebagai Praktek ManajemenDekade 1970-an dan Teori-teori Manajemen

BLOG AT WORDPRESS.COM. THE SUITS THEME.

Follow

Follow “Management & Grounded Theory”

Get every new post delivered to your Inbox.

Build a website with WordPress.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar